Lucky

Wednesday, July 01, 2009

Everything and everyone have their own story.

Aku beruntung mencintainya, kata lelaki itu sore ini, dan perempuan di sampingnya agak tersipu sebelum menepuk pipi suaminya dengan lembut dan berkata, he's my best friend. Dan saya menyaksikan pemandangan indah itu dari tempat saya duduk, entah sebuah kebetulan atau apa namanya, tiba-tiba saja lagu Lucky-nya Jason Mraz melatar belakangi suasana saat itu. Kami saling berpandangan dan tertawa bersama sambil berkomentar, kok bisa pas ya?

Saya hanya ingin berkata, terimakasih, sebab boleh ada di sana, saat itu dan menyaksikannya. Entah mengapa, hati ini terasa penuh. Mungkin, sebabnya adalah karena saya tahu cerita seutuhnya, tentang perjalanan yang tidak mudah itu, dan memandang mereka, berdua, saat itu, saya menyadari betapa betapa beruntungnya mereka karena tetap percaya ketika semua orang dan situasi mengatakan sebaliknya.

Yeps, you guys are definitely so lucky (^__^) Thank you for holding on and believe.

---




Jason Mraz
Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying

Colbie Caillat
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

Duet : Jason Mraz and Colbie Caillat
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Jason Mraz
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair

Colbie Caillat
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

Jason Mraz and Colbie Caillat
I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

Juni, 30, 2009

Tuesday, June 30, 2009

Merenungi waktu di sudut layar, baru saya sadari satu hal: setengah tahun sudah saya jalani. Astaga, sangat tidak terasa. Tepat ketika jarum panjang dan pendek bertindihan di titik 12 dan detik melewati mereka dengan kecepatannya yang konstan, saat itu secara resmi semester kedua tahun 2009 saya masuki.

Tulisan ini tidak akan berkisah tentang apa-apa, sebab hanya sekedar catatan saja tentang waktu yang terus berjalan, secara konstan dan konsisten, otomatis membawa kehidupan dari satu periode ke periode berikutnya.

Ruangan-ruangan

Berapa banyak ruang dalam kehidupanmu?
Kalau boleh aku tahu, tentu saja.
Berapa banyak orang yang sempat datang dan pergi,
kadang hanya menjenguk sebentar, lalu berlalu.
Ada juga yang sempat singgah sekian lama,
mendekorasinya atau membantu memindahkan sesuatu
dari sudut kanan ke sudut kiri,
lalu setelah sejenak minum teh, makan penganan,
ia melanjutkan perjalanannya.
Ada juga yang numpang menginap sekian putaran waktu
sebelum memutuskan
sudah waktunya untuk pergi.
Ada juga yang menetap,
namun membisu di suatu sudut,
merasa sendirian dan kesepian,
dan apapun yang kamu lakukan
tak pernah bisa meyakinkannya
bahwa ia tak perlu sepi dan sendiri.
Ada juga yang memeriahkan hari-hari,
pagi, siang, sore dan malam,
dengan celoteh yang tak kunjung henti,
menimbulkan senyum bahkan tawa terbahak,
dan kadang juga argumentasi,
perdebatan, ketidaksepakatan,
namun menyadarkan bahwa itulah hidup,
ada naik dan ada turun.

Berapa banyak ruangan-ruangan dalam hidupmu?
kalau aku boleh tahu tentu saja,
dan berapa banyak kenangan yang disimpan
di lantainya, di dindingnya, di kursi-kursinya,
di jendelanya, di tirai-tirainya, di aromanya,
di setiap titian anak tangganya, di pembaringannya
di bantal-bantal dan gulingnya, di seprai dan selimutnya
di kompornya, di cobeknya, di kulkasnya, di pisau-pisaunya
di bak cuci piringnya, di piring-piring dan gelasnya
di sapu ijuknya, di kemucingnya, di sapu lidinya
di setiap jengkal nafas-nafas yang menandai ruangan-ruangan itu.
Berapa banyak? berapa manusia? berapa detak dan detik putaran hidup?

---

Itu semua yang di atas hanyalah prelude untuk ruangan-ruangan yang saya susun di rumahnya Fairy-Bla (yaps, si Bla ganti nama lagi, tadinya Manoharbla, sekarang menjadi Fairy-Bla) yang sekarang sudah memiliki 9 kamar, di level 43, masih empat level lagi sebelum saya mencapai puncak level di Pet Society, dan saya sudah bertekad untuk menjadikan kamar-kamar di rumah Bla sebagai ruangan-ruangan yang tidak pernah sama dari musim ke musim selama koin masih bisa dikumpulkan, tentu saja.

Kalau hidup ini sebuah musim, bukankah ia juga tak pernah hanya berhenti di satu musim saja? (^__-)


Ruangan 1


Ruangan 2


Ruangan 3


Ruangan 4


Ruangan 5


Ruangan 6


Ruangan 7


Ruangan 8


Ruangan 9


Pet Society dan Saya (^^,)

Saturday, June 27, 2009




Ini kah yang namanya adiksi alias kecanduan akut? Mungkin juga. Yang pasti game ini menyenangkan. Mengasah kreatifitas saya pada pukul 1 dini hari ini, dan tidak bisa dihentikan maka jadilah Bandar Djakarta ala Pet Society seperti yang dapat dilihat pada gambar di atas.

Terus terang, saya bangga dengan hasil karya ini, hahahaha!!


Ternyata tidak banyak yg tahu: CARA MENGHILANGKAN AKUN FACEBOOK SAMA SEKALI!

Wednesday, June 24, 2009

Karena membaca entri Fanny sang Cerpenis yang ini maka saya baru menyadari bahwa tidak banyak yang tahu kalau mereka bisa menutup akun Facebook lamanya secara total, padahal caranya sangat mudah sekali, yaitu:

1. klik Settings,
2. lalu pilih Account Setting,
3. di Account Settings, ada tulisan Email, nah klik lagi tulisan change untuk mengganti email,
4. di sana akan ada kolom kosong dengan judul New Email:, isilah email akun lama kamu di situ dan klik Add New Email,
5. setelah itu kamu akan diminta untuk mengisi password,
6. setelah mengisi password kamu akan menerima pemberitahuan bahwa: sebuah email untuk mengkonfirmasi permintaan telah dikirim ke alamat email yang baru dimasukkan tersebut.K lik link yang harus di klik pada Email Confirmation sebagai konfirmasi bahwa alamat email tersebut valid.
7. Setelah validasi melalui link tersebut di atas, kamu akan diberitahu bahwa akun lain yg memakai email tsb. di Facebook tidak akan bisa diakses lagi, alias hilang, karena alamat emailnya telah di klaim untuk akun yang berbeda.
8. Dengan demikian maka tamatlah riwayat akun yang lama (^__^).

Silahkan mencoba. Dan, harap berhati2 menjaga kerahasiaan password, jangan sampai ada yang iseng mengambil alih akun atau menghapusnya.

Spam oh Spam! Shoutbox off...

Capek banget setiap melihat shoutbox dan menemukan serangkaian kalimat yang berbunyi antara lain: "Sore sob, berkunjung nih, kunjungan balik ya, dan jangan lupa komentarnya aku tunggu." atau, "I like all your blogs, good job, keep it up!" Familiar dengan kata-kata tersebut? Yeaps, memang sekarang sedang musim mr/miss spammy beredar.

Apa yang saya lakukan? Delete tanpa mengunjungi link-link yang ditinggalkannya tentu saja. Sebab saya bukan "sob" dan saya sebal dipanggil "sob", apalagi "bro", jelas si spammer tersebut tidak meluangkan waktu untuk membaca siapakah penulis blog yang disantroninya apalagi membaca tulisan di blog, lalu yang lucu meminta saya untuk mendatangi blognya dan mengomentarinya pula, hehehehe... in your dreams! Siapa lo, gituh!

Nah, setelah puas ngomel2 saya baru menyadari bahwa mereka2 ini menghabiskan waktunya meloncat dari shoutbox ke shoutbox (mungkin melalui "pintu belakang") dan menuliskan kata-kata yang sama setiap hari sambil meninggalkan beberapa links dengan nama yang berbeda-beda, betapa mubazirnya waktu yang mereka habiskan tersebut sebab sudah pasti saya tidak akan mengintip sama sekali ke sana. Bandingkan dengan apabila mereka mulai menjalin hubungan dengan membaca blog-blog yang mereka kunjungi dan memberikan komentar yang sesuai dengan isi tulisan, maka hasilnya akan jauh berbeda. Dengan senang hati saya akan balik berkunjung ke blog mereka, mungkin akan meninggalkan komentar apabila entri-nya menarik bagi saya dan bisa saya komentari.

Ada baiknya para spammers tersebut berhenti berpikir ala spammer dan mulai berpikir seperti para blogger, yaitu saling mengomentari dan mengunjungi, bukan sekedar nongkrong di shoutbox dan berteriak-teriak minta dikunjungi atau mempromosikan link2 ga jelas milik mereka. Terus terang saja, bagi saya hal itu sangat memuakkan.

Sama memuakkannya dengan blogger2 tertentu yang selalu saja mempromosikan entri terbarunya, seakan penting untuk saya baca, plus minta dikomentari tanpa pernah satu kalipun meninggalkan komentar di kolom komentar. Lucu, sebab saya sering mengunjungi blog-blog yang menjadi favorit saya dan berkomentar di sana tanpa merasa perlu penulisnya juga menyambangi dan mengomentari blog saya, hal itu dikarenakan saya memang menyukai apa yang mereka tulis, entah karena lucunya, atau absurd-nya, atau "kedalaman" pemikirannya, atau karena personalitas penulisnya yang menarik dan terlihat jelas melalui tulisan-tulisan di blognya, dan memang ada juga yang karena mereka adalah teman saya, maka ada ikatan emosi dan ketertarikan khusus terhadap blog-blog mereka, serta kebahagiaan tertentu ketika mereka mengomentari entri-entri saya.

Jadi, persoalan komentar-mengomentari dan kunjung-mengunjungi ini ternyata cukup kompleks sifatnya, tidak melulu soal pagerank atau alexarank, atau popularitas, atau reciprocal links, melainkan unsur2 pribadi, interaksi pribadi juga menjadi faktor yang lebih menentukan. Setidaknya, bagi penulis blog yang satu ini, yang sudah sampai ke ubun2 rasa muaknya melihat gencarnya para spammers meng-abuse shoutbox-shoutbox diseputar bloggosphere.

Karena itu maka, shoutbox off, hehe..

ketika semua tidur, usiaku bertambah 1 tahun lagi :)

Saturday, June 20, 2009

usia perjalananku di dunia ini genap 41 tahun saat ini, bertambah satu tahun lagi kantong perjalanan hidupku, dan aku tidak akan mengecilkan anugerah ini dengan mengatakannya sebagai berkurang satu tahun, tidak. usiaku, rekaman kehidupan yang aku jalani, jumlahnya 41 tahun, bertambah satu tahun lagi. apakah TUHAN akan menggenapkannya menjadi 42 tahun bulan Juni di tahun mendatang? aku tidak tahu. tapi yang pasti aku bersyukur untuk pertambahan usia saat ini. berapa banyak bayi2 yang mati tanpa dilahirkan? berapa banyak anak2 yang pergi ketika masih sangat kuncup? berapa banyak teruna muda-mudi yang berpulang saat belia dan baru menjelang fajar kehidupannya? berapa banyak teman yang telah berpulang saat menjelang usia matang? berapa banyak yang tidak bisa berkata: usiaku bertambah setahun lagi, sebab bukan karena umur mereka berkurang satu tahun, melainkan tidak ada pertambahan, hanya berhenti hidup dan bernafas di muka bumi ini. karena itu setiap melihat seorang yang berulangtahun mengatakan usianya berkurang satu tahun lagi, aku merasa sedikit teriris, sebab waktu tidak pernah berjalan mundur dan keabadian bukanlah sebuah pemenggalan kehidupan melainkan perpanjangan yang abadi dari suatu kefanaan yang bersifat hanya saat ini.

ya, usia hidup itu terus bertambah. usia kefanaan tidak pernah berkurang, ia bertambah, sebab jalan menuju jembatan untuk menyeberang ke kehidupan selanjutnya juga semakin dekat, hanya saja hitung-hitungannya adalah rahasia Ilahi, bukan milik nalar manusia yang cenderung selalu ingin memperpanjang kefanaan. aku juga. aku juga ingin memperpanjang kefanaan. namun menyadari betapa rapuhnya daging, betapa mudah lapuknya tulang, betapa tak terhindarkannya penderitaan dalam kefanaan ini, maka perlahan tapi pasti aku mulai menyadari bahwa, aku harus menanggalkan pola pikir hanya melihat apa yang terlihat, terasa dan teraba, serta mulai menyadari bahwa ada kehidupan lain yang jauh lebih baik dan sempurna ketika raga tak lagi sanggup menyangga rohku, dan waktu itu tidak tergantung kepada pertambahan usiaku, melainkan berada di dalam tanganNya, Ia-lah yang menentukan saatku, Ia-lah yang berhak memanggilku kapan saja Ia mau. kapan saja. bukan karena usiaku yang berkurang satu.

TUHAN, terimakasih untuk pertambahan kantong2 kehidupanku. empat puluh satu tahun, empat puluh satu kantong kehidupan. bergaziliun berkat yang Engkau berikan setiap hari, tak lagi dapat aku hitung. aku semakin menyadari satu hal, bahwa aku ada untuk mengucap syukur menyadari betapa Engkau bekerja begitu indah dalam kehidupanku.

aku cinta kepadaMu, namun aku tahu bahwa mulutku ini tak cukup pantas untuk menyatakannya, sebab cintaMu jauh melampaui cintaku, jauh melampaui apa yang dapat kurasakan, kupikir dan kukehendaki. Engkau sempurna, aku jauh dari sempurna. karena itu aku bersyukur bahwa aku tidak menjadi sempurna karena aku baik, namun Engkau menjadikan aku sempurna karena Engkau mengasihi aku. hanya oleh anugerah maka aku ada. dan selamanya, aku milikMu. hanya milikMu. aku tahu bahwa tak ada yang dapat aku lakukan untuk membuat Engkau lebih mengasihi aku atau mengurangi kasihMu kepadaku. TUHAN, terimakasih.

---

Ketika saya menulis di sini, semua sudah tidur. AC di ruangan ini sangat dingin. Besok pagi, Jason dan Joshua akan berenang, tadi sore mereka sudah menonton pertunjukan Lumba-lumba. Segala sesuatu berjalan dengan teratur. Saya mendengarkan Ista mengorok, mama batuk2 kecil di ruang tasa cottage ini, dan senyap di ruang tidur utama tempat anak2 dan mama mereka terlelap. Ketak-ketik keyboard saya terdengar samar2 dalam keheningan subuh ini. Seorang teman akan berkencan Sabtu sore ini dan hal itu terekam dalam memori saya ketika mengetik. Sebuah sms ucapan selamat ulangtahun dari seorang sahabat yang membuat saya tersenyum. Selebihnya, saya menyadari betapa sempurnanya semua ini dalam segala ketidak sempurnaannya, ya usia saya bertambah satu tahun, detik2 biologis saya berdentang, dan tisu-tisu kehidupan saya semakin usang seiring dengan pemakaian bertahun-tahun tubuh ini, namun saya di dalam jiwa saya adalah saya yang tidak tersentuh oleh waktu-waktu itu, saya yang berada di dalam raga ini adalah kandidat keabadian, seperti juga saya-saya yang lain, kita semua. Ah... bukankah hal itu, indah?

Dear Lord Jesus, thank You for make it possible.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib

Friday, June 19, 2009

TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!
Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir.

Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

---

Untuk satu lagi tanda tahun-tahun yang akan aku lewati, sebentar lagi, oleh karena anugerahMu, aku bersyukur. Untuk satu lagi tanda bahwa aku boleh menjalani masa sejauh ini dalam sejengkal nafasku yang Kau titipkan dalam raga ini, aku bersyukur. Untuk satu lagi tanda bahwa Engkau masih menambahkan waktu aku ada, sungguh aku bersyukur. Untuk segenap kehidupan yang telah aku jalani selama empat puluh satu tahun ini Bapa, aku merasa takjub bahwa dalam segala situasi dan keadaan, dalam setiap naik dan turun jalan kehidupanku Engkau ada, bahkan ketika aku gagal untuk setia, Engkau tetap setia, ketika aku gagal untuk mengasihi, Engkau tetap mengasihi, ketika aku ragu, marah dan putus asa, Engkau tidak pernah putus mengingatkan lagi dan lagi untuk percaya saja, percaya saja, percaya saja. Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus aku bersyukur, terimakasih. (^__^)