Thursday, May 12, 2016

Stay Single and Stay Happy, Bisakah? Bisa Dong, Gimana Caranya?

Hai, jomblo-ers! Malam minggu ngapain aja? Masak truk saja punya gandengan tapi kamu enggak, ngenes bener, mblooo! Akrab kah kamu dengan guyonan semacam itu? Yang kalo orang yang kena tamparan bereaksi lalu diejek lanjutan sebagai nggak woles, nggak selow katanya. Eniwei, tau nggak kamu kalo truk gandeng itu berat, hahaha... Iya oi, walopun gimana, truk gandeng itu berat, dan bisa bikin rusak jalan raya yang udah diaspal dengan mulus, makanya rutenya mereka itu nggak boleh masuk kota jalan utama, kudu mutar lingkar luar kota, sebab mereka membawa kerusakan-kerusakan pada jalan dalam kota yang memang enggak dirancang buat wara-wiri para truk gandeng itu, tapi dirancang untuk jadi ajang macet mobil-mobil dan motor-motor non-gandeng. Jadi, siapa bilang jadi truk gandeng itu menyenangkan?

Banyak sekali masalah atau potensi masalah dalam pernikahan. Ya, banyaknya masalah dalam pernikahan, jauh melampaui masalah masa-masa lajang. Jadi, ketika masih melajang, atau belum punya pacar, jangan cepat-cepat merana, tunda sampai kalian menikah dulu dan lihat hasilnya, hahahaa... Maksud saya, tahukah kamu bahwa menikah itu lebih berat daripada melajang? Berada dalam pernikahan adalah sebuah kerja keras, untuk membuat pernikahan berjalan dengan lancar dan selalu baik-baik saja. Apalagi kalau ternyata memperoleh pasangan yang makin lama bukan makin terasa dekat tetapi makin terasa jauh dan berbeda daripada sewaktu masih berpacaran. Dan yang semacam ini, banyak terjadi, itu sebabnya, perceraian juga banyak terjadi.

Apapun dapat terjadi ketika sudah berumahtangga, seoptimis apapun awal mula memasukinya. Karena itu, jangan mengira bahwa menikah adalah akhir dari segala masalah. Masalah, nggak akan pernah ada akhirnya. Masalah akan selalu ada, apakah kamu single atau kamu double atau (god forbid) terpaksa triple atau kwartet. Maka, nikmati masa kamu hanya punya masalahmu sendiri, bukan harus ikut menanggung masalah suami, masalah ipar, masalah mertua, masalah anak, dan berbuntut-buntut masalah yang akan kamu hadapi saat kamu sudah digandeng orang. Masa-masa single adalah masa dimana kamu seharusnya paling menikmati kehidupan untuk diri sendiri, melakukan hal-hal yang memang ingin kamu lakukan dan menikmatinya, sebab masa-masa itu mungkin akan segera berlalu, sehingga bila kamu tidak menikmatinya sekarang, kamu akan menyesalinya nanti. Penyesalan itu yang bisa menjadi salah satu dari sekian masalah yang timbul ketika kamu tak lagi sendiri.

Baiklah tante G, terus gimana caranya agar tidak menjadi jomblo ngenes? Hehe.. Ya jangan mau dikata-katain jones, sebab tahukah kamu bahwa ada banyaaak sekali keuntungan selama kamu masih single. Hal-hal ini sebetulnya bukan hal baru, tapi mungkin saja karena kita terlalu terpaku pada pertanyaan: kapan kawin? kapan kawin? kapan kawin? maka kita lupa bahwa, ada berbagai benefit yang sebetulnya kita (dapat) nikmati kalau saja kita memanfaatkannya secara sadar:

1. Bepergian. Yes! Sebagai seorang jomblo bahagia, apa yang menghalangimu traveling dengan teman-teman begitu ada dana? Kamu nggak perlu memikirkan ijin suami atau istri, tak perlu bayar uang sekolah anak, jadi, bila danamu ada dan keinginan untuk jalan-jalan sedang menggebu-gebu, ya cusss ajalah pergi tanpa beban.

2. Bergenit-ria. Apa salahnya tebar pesona? Kamu justru masih bisa melakukan hal itu dengan aman dan halal. Kamu masih bebas, belum terikat dengan siapa-siapa, tidak ada salahnya justru untuk membebaskan dirimu berkencan dengan siapapun yang sesuai untukmu.

3. Mengurus diri sendiri. Lebih mudah mengurus diri sendiri saat masih sendirian. Rajinlah merawat kulit dan berolahraga. Sebab setelah menikah dan punya anak, kemungkinan besar akan lebih banyak waktu dihabiskan dengan mengurus anak dan suami.

4. Tidur dengan nyaman. Terpikir nggak gimana kamu akan lebih terganggu tidurnya kalau sudah menikah nanti? Jadi, selama masih single, kuasai tempat tidur dan tidurlah seenak-enaknya, senyenyak-nyenyaknya.

5. Punya banyak waktu untuk membaca atau melakukan hobi yang lain. Hal ini penting untuk disadari saat sekarang ini. Kemungkinannya kamu akan harus meninggalkan hobi tertentu ketika sudah menikah, dan baru bisa melanjutkan kembali bertahun-tahun kemudian ketika sudah punya waktu lagi. Tahukah kamu berapa banyak ibu-ibu dan bapak-bapak yang menjerit-jerit mereka memerlukan me time? Jadi, mengapa tidak sekarang saja temukan hobi dan eksplorasi sepuas-puasnya kegiatan-kegiatan yang menarik bagimu. Mungkin saja hobi itu bisa menjadi sebuah usaha yang menguntungkan?

6. Melatih diri lebih mandiri. Pernah lihat drama dimana seorang ibu menjerit-jerit panik karena genteng bocor atau anaknya panas tinggi sedangkan suami sedang di kantor dan dia bingung sendiri? Atau bapak-bapak yang ga berdaya saat ditinggal istri, nggak bisa masak nasi, nggak bisa bikin teh, pokoknya tragis karena kebodohan sendiri. Nah, (kelebayan kayak gitu) itu tuh, jangan sampai terjadi sama kita-kita. Ayo belajar untuk mandiri, kerjakan apa yang memang bisa dikerjakan, sebab pada saat sudah menikah atau saat nyatanya nggak menikah-menikah, kemandirian ini akan sangat menolong bagi kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Tau nggak sih, menulis semua ini di sini membuat saya sendiri jadi semangat, hahahaaa... Life is great! Really. Selama kita memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, apanya yang tidak menyenangkan? Sama sekali tidak ada alasan untuk menjadi ngenes, apapun status kita, selama kita bisa melihat benefitnya dan melakukan tindakan-tindakan yang sesuai dan tepat. Life is not that hard, we just have to live smarter.

Nah sekarang, cobain deh, lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Rencanakan membuat mega kado untuk diri sendiri pada kesempatan-kesempatan khusus, misalnya pada saat ulang tahun, hadiahkan sebuah perjalanan ke tempat wisata yang menyenangkan. Mengapa tidak? Kamu pantas mendapatkannya.

2. Seminggu atau sebulan sekali buat acara movie date atau eating out ke resto yang keren untuk diri sendiri. Me time semacam ini lebih baik dipuas-puasin sekarang daripada menjerit-jerit kemudian.

3. Cari hobi baru atau dalami hobi lama dengan ikut klub tertentu sesuai dengan minatmu.

4. Belajar keahlian baru: memasak, membuat kue, menjahit, berkebun, montir, disain interior, dan banyak lagi.

Yang membuat hidup menjadi membosankan adalah saat kurang kegiatan. Tapi yang membuat hidup terasa hectic adalah ketika punya terlalu banyak kegiatan yang tak jelas apa gunanya. Karena itu pilih dengan baik kegiatan-kegiatan kita dan nikmati apa yang sedang kita lakukan. Stay single and stay happy? Why not!

0 comments:

Post a Comment

Dear Readers, di blog ini, semua komentar yang masuk dimoderasi dulu. Jadi, jangan kaget kalau komentarmu 'menghilang', nggak langsung nongol, sebab musti saya baca dulu, renungkan dulu (cieeeh), baru deh boleh nongol di blog. Terima kasih sudah menyempatkan untuk berkomentar. :)